KABAR INFO-ID TRANSLATE
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic
Tampilkan postingan dengan label Artikel Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Islam. Tampilkan semua postingan

Hikmah dan Makna dari Peristiwa Isra Miraj Baginda Rasullulah Shallallahu Alaihi wa Sallam

Hikmah dan Makna dari Peristiwa Isra Miraj Baginda Rasullulah Shallallahu Alaihi wa Sallam

 “Wahai sekalian jin dan manusia, apabila kalian mampu menjelajah, langit dan bumi, maka jelajahilah. Kalian tidak dapat menjelajahinya kecuali dengan kekuatan (IPTEK.) ” (QS ar- Rahman 33).

Pada malam itu, terjadi peristiwa agung, Tanggal 27 Rajab tahun 1 sebelum Hijrah (622M), bagi ummat Islam adalah merupakan hari yang penuh makna.

Isra dan Mi’raj Nabi kita Muhammad SAW. Isra’ dari Masjidil haram ke Masjidil Aqsha, dan Mi’raj dari Masjidil Aqsha ke Sidratil Muntaha. Suatu peristiwa yang saat itu memang terkesan irrasionai kecuali bagi mereka yang tebal iman.

Irrasionainya antara lain perjalanan yang jauhnya tiada terhingga.Dari Majidil Haram ke Masjidii Aqsha yang berjarak tidak kurang dari 1820 km kemudian ke Sidratil Muntaha dengan melintasi 7 langit, hanya ditempuh dalam waktu kurang dari satu malam pulang pergi.

Maka ada sebagian ahli tafsir yang mengatakan bawa peristiwa itu hanya ruh Muhammad saja seperti halnya mimpi. Namun menurut sebagian besar ahli tafsir, termasuk HAMKA, mereka meyakini bahwa isra’ dan mi’raj itu roh dan jasadnya.

Ini didasarkan pada kata ‘Abdun yang terdapat dalam Al Quran surat Al Isra’ ayat 1, di mana kata ‘abdun (hamba) adalah berupa roh dan jasad.

Ayat dimaksud berbunyi: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui“(QS al-Isra ’:1).

Di samping itu, jika memang berita tadi diterima oleh masyarakat Quraisy saat itu sebagai mimpi, tentu tidak ada orang yang menentangnya, karena buat apa menentang orang mimpi, toh kita juga kadang mimpi yang aneh-aneh.

Hanya saja kita tentu saja tidak bisa menyalahkan ataupun membenarkan orang mimpi. Tetapi karena Rasul SAW menginformasikan bahwa itu bukanlah mimpi, maka Abu Lahab saat itu langsung menolak dan membohongkan berita itu.

Bahkan Muth’im bin Adi menanyakan hal ihwal Masjidil Aqsha, untuk menguji, benarkah Muhammad telah melihatnya.

Seketika Allah pun memperlihatkan gambar Masjidil Aqsha (barangkali semacam layar televisi sekarang) di depan Rasul SAW sehingga Rasul bisa menyebutkan dengan cepat, tepat dan benar keadaan masjidil Aqsha.

Urgensi Peristtwa Isra’ Mi’ Raj Bagi Ummat Masa Kini

Ajaran Isra’ Mi’raj bagi Ummat Islam masa kini, adalah sangat urgen, sangat penting, bahkan merupakan sesuatu yang paling essensial, karena justru melalui peristiwa itulah shalat lima waktu disyari’atkan.

Di samping hal-hal lain, baik berupa kepemimpinan, ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang transportasi, komunikasi, informasi medis dan akhlaq, juga pertanda bahwa taqdir itu bisa dirobah dengan doa.

Baiklah di sini kami ungkapkan sebagian kecil dari hal-hal tadi .

l. Perihal Kepemimpinan

Sebelum seseorang memimpin suatu organisasi, negara ataupun perusahaan, perlu bersih diri. Ini diperlihatkan dengan dioperasinya hati Rasul sebelum menjalankan Isra’ Mi’raj.
Guna akselerasi (mempercepat Proses) dalam melaksanakan tugasnya, seorang pemimpin perlu memiliki kendaraan yang memadai. Ini digambarkan dengan disediakannya kendaraan Buraq bagi Nabi Muhammad SAW.

Sebelum menyusun program, sebaiknya orientasi dahulu (turba) terhadap karakter rakyat yang akan dipimpinnya. Ini dicontohkan dengan diperlihatkannya kepada Rasul SAW berbagai type kelakuan manusia yang akan dipimpinnya sepanjang perjalan Is ra’nya nya menuju Masjidil Aq sha.Mereka ada yang baik misalnya perihal orang yang shadaqah jariyah, keteguhan iman Siti Masyithah, juga contoh yang buruk, misalnya perihal akibat memakan riba, dan orang yang berselingkuh.

Perlunya konsultasi untuk mendapatkan sumbang saran dari mereka yang pernah memimpin. Seperti yang dialami Rasul, beliau sempat bertemu dengan 8 orang Nabi di tujuh langit dan memperoleh sumbang saran dari Nabi Musa AS sehingga shalat yang semula diwajibkan 50 waktu dalam sehari semalam menjadi hanya 5 waktu dengan pahala sama.

Seorang pemimpin perlu memiliki arah dan tujuan yang jelas bagi yang dipimpinnya, Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj diperlihatkan kepada Rasul SAW sorga yang indah sebagai muara terakhir bagi ummatnya yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan neraka yang mengerikan sebagai muara akhir bagi ummatnya yang kufur, musyrik dan tidak mau mentaati perintah Allah dan rasul- Nya.

Seorang pemimpin harus bisa menentukan kewajiban apa yang harus dilakukan ummatnya agar mereka bisa meraih tujuan akhir yang indah, yakni kewajiban shalat lima waktu.

2.  Bidang Penjelajahan Ruang Angkasa

Ketika Mi’raj, Nabi Muhammad SAW menjelajah 7 langit untuk bisa bertemu dengan 8 Nabi, yakni : Adam, Yahya-Isya, Yusuf, Idris, Harun, Musa dan Ibrahim ‘Alaihi- mussalam.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa manusia sebenarnya diberi kemampuan untuk bisa menjelajah ruang angkasa, asalkan bisa menguasai sulthan (IPTEK).

Sebagaimana yang disebutkan dalam Al Quran surat Arrahman ayat 3. Dan sekarang sudah terbukti dengan diciptakannya pesawat ulang alik seperti Appolo, Luna, Chalenger, Casa, dll.

3. Perihal medical Scientist.(IPTEK bidang Kedokteran)

Bahwa sebenarnya manusia memungkinkan untuk dibedah tubuhnya dan tetap hidup, seperti yang dilakukan Rasul SAW. Dan hal itu sekarang sudah menjadi kenyataan.

4. Kendaraan Super Cepat

Perihal kendaraan super cepat yang bisa digunakan di darat dan di angkasa seperti yang dicontohkan Allah berupa seekor Buraq, dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya yang belum pernah ada sebelumnya.

Dan sekarang manusia sudah bisa membuktikannya, meskipun belum secepat dan secanggih Buraq.

5. Perihal Etika Menghadap Allah

Jika kita akan bertawajjuh atau bermunajat kepada Allah melalui shalat misalnya, maka perlu didahului dengan bersih diri, mandi janabah bila terkena hadas besar, dan wudhu jika terkena hadats kecil. Ini diisyaratkan, ketika Nabi hendak menghadap Allah, hatinya dibersihkan dengan dicuci memakai air zamzam.

6.  Antara Taqdir dan Doa

Sesuatu yang sudah ditaqdirkan oleh Allah itu sebenarnya masih bisa dirubah, caranya adalah dengan doa. Ini diisyaratkan, ketika Rasulullah SAW menghadap kepada Allah kemudian diberi tugas agar beliau dan ummatnya shalat 50 waktu dalam sehari semalam.

Itulah taqdir yang diberikan. Namun setelah dikonsultasikan dengan Nabi Musa AS, beliau menganjurkan agar Nabi Muhammad SAW memohon keringanan. Maka beliau pun memohon keringanan kepada Allah SWT.

Permohonan dikabulkan, untuk yang pertama diberi keringanan 10 waktu. Kemudian memohon lagi dan diberi keringanan lagi. Begitu seterusnya hingga tinggal 5 waktu sehari semalam.Ini menunjukkan bahwa taqdir bisa dirobah dengan doa, sedangkan berdoa jangan hanya sekali, melainkan berkali- kali.

7. Perihal Keteguhan Iman

Ini dilambangkan dengan bau semerbak mewangi dari makam Siti Masyithah yang wafat direbus oleh Fir’aun gara-gara mempertahankan iman.

Demikian, semoga dengan mengungkap kembali peristiwa Isra’ Mi’raj nabi Muhammad SAW, hati kita semakin yakin bahwa ibadah shalat adalah puncak dari segala ibadah.

isra miraj Nabi MuhammadBuktinya, Allah memberikan perintah itu tidak melalui perantara. Juga semakin yakin, bahwa Islam itu merupakan agama yang paling sempuma, yang jangkauannya bukan hanya sekedar ritual belaka, melainkan juga sampai pada masalah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang amat berguna bagi kesejahteraan ummat manusia.

Wallahu A’lam bish shawab

Tag Serupa Hikmah dan Makna dari Peristiwa Isra Miraj Baginda Rasullulah Shallallahu Alaihi wa Sallam  : 
Sejarah Peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW
KISAH PERJALANAN ISRA MI'RAJ NABI MUHAMMAD SAW
Hikmah Dibalik Peristiwa Isra' Mi'raj Rasulullah SAW
KISAH ISRA' MI'RAJ, TANGGAL DAN TAHUN KEJADIANNYA
Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW
isra' mi'raj dalam kehidupan
Hikmah Peristiwa Isra Miraj
Isra Miraj Baginda Rasullulah Shallallahu Alaihi wa Sallam

Cara Mengatasi Rumah makan Yang terkena kiriman Sihir atau Guna-guna

Cara Mengatasi Rumah makan Yang terkena kiriman Sihir atau Guna-guna
bertujuan untuk saling berbagi.. siapa tau anda membutuh kan informasi tentangCara Mengatasi Rumah makan Yang terkena kiriman Sihir atau Guna-guna
selanjutnya selamat membaca .. semoga bermanfaat..

Anda Punya Usaha Rumah makan ..? Jika Rumah makan anda ada yang mengirim sihir agar usaha anda bangkrut maka tidak ada salahnya anda mengatasinya dengan Cara meruqyah tempat usaha anda sekaligus membentenginya . Berikut tata caranya : A. PERSIAPAN TEMPAT 1. Bersihkan rumah makan/restauran dari segala patung/gambar makhluk bernyawa 2. bersihkan rumah makan dari kotoran dan beri wewangian B. PERSIAPAN DIRI Mandi terlebih dahulu, pakailah pakaian yang bersih dan gunakan minyak wangi untuk pengharum badan Shalat 2 rakaat, lalu lakukan dzikir yang biasa kita lakukan setelah sholat, lalu bacalah shalawat nabi 3 kali lalu ta'awudz dan ucapkan doa : "” Ya hakiimu Ya ‘aliimu Ya  ‘Aliyyu Ya ‘Azhiimu !” 3 x. Lalu berdoa : " Ya Allah , hambamu ini memohon agar rumah makan hambamu ini dilindungi dan dibersihkan dari serangan sihir , tiada daya upaya kecuali pertolongan Engkau Ya Allah ya Robbal'alamiin." C. TEKHNIK PEMBENTENGAN DAN PEMBERSIHAN 1. membacakan ayat-ayat pembatal sihir (ayat Ibthalus sihr) dengan tangan didalam air, sewaktu membacakan tangan didalam air diputar-putar berlawanan dengan jarum jam dan setiap selesai satu surat disembuskan kedalam air dengan niat untuk membentengi rumah dan membatalkan sihir yang menyerang usaha rumah makan. Ayat pembatal sihir adalah : Al-fatihah, ayat Kursi, Surah al A'raf : ayat 117 - 122, Surah Yunus: Ayat 81 - 82, Surah Tohaa: Ayat 69, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas (seriap surat dibaca 3-7 kali 2. Percikkan seluruh air ruqyah keseluruh sudut rumah, ketika memercikkan berputar berlawanan jarum jam disiram keseluruh dinding rumah makan, lantai, halaman rumah (lakukan pembuatan air ruqyah, penyiraman setiap hari sampai sihirnya reda/hilang) 3. Setiap sore dan pagi hari putarkan kaset ruqyah 4.Setiap sehabis sholat bacakan ayat kursi 7 kali dengan niat membentengi rumah dari serangan sihir, walaupun kita sholat dimasjid tidaklah mengapa berniat membentengi rumah makan walau jauh jaraknya sebab energi (daya/kekuatan) ruqyah tak terbatas jarak.  D. PERLAWANAN DARI SIHIR 1. Merendam atau merebus benda Sihir Jika belatung/benda kiriman sihir lainnya  masih ada maka, masukkan belatung/benda kiriman sihir tersebut kedalam air ruqyah ( bisa juga direbus dalam air panas ) lalu Berdoa : " Ya Allah Ya Tuhanku, Hambamu memohon agar diputuskan semua hubungan antara rumah makanku dengan serangan sihir dan Berilah balasan setimpal atas perbuatan sihir yang menyerang usaha rumah makanku, Tiada Tuhan Selain Engkau Ya Allah dan siksa-Mu Amatlah pedih..."  lalu bacalah ayat kursi lalu surat An-Nahl 126 "Wa’in ‘aaqobtum  fa’aaqibuu bimitsli maa ‘uuqibtumbihi" artinya : Dan jika kamu memberikan balasan, Maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. dan Asy-Syu'ara 130 : " Wa’idzaa bathosytum batosytum jabbariin " artinya : Dan apabila kamu menyiksa, Maka kamu menyiksa sebagai orang- orang kejam dan bengis. sebanyak 3 kali dan hembuskan kedalam air ruqyah (rebusan) tersebut. 2. Membakar Benda Sihir Jika belatung/benda kiriman jin sihir masih ada maka, masukkan belatung/benda kiriman tersebut kedalam api/dibakar sembari Berdoa :" Ya Allah Ya Tuhanku, Hambamu memohon agar diputuskan semua hubungan antara rumah makanku dengan serangan sihir dan Berilah balasan setimpal atas perbuatan sihir yang menyerang usaha rumah makanku, Tiada Tuhan Selain Engkau Ya Allah dan siksa-Mu Amatlah pedih..."  lalu bacalah ayat kursi, surat An-Nahl 126 "Wa’in ‘aaqobtum  fa’aaqibuu bimitsli maa ‘uuqibtumbihi" artinya : Dan jika kamu memberikan balasan, Maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. dan Asy-Syu'ara 130 " Wa’idzaa bathosytum batosytum jabbariin " artinya : Dan apabila kamu menyiksa, Maka kamu menyiksa sebagai orang- orang kejam dan bengis. sebanyak 3 kali dan hembuskan kedalam belatung/benda sihir lainnya yang dibakar dalam api Pasrahkan hasilnya kepada Allah Ta'ala adapun Sisa-sisa rebusan/pembakaran buang ditempat yang jauh dari rumah makan..



Sumber Artikel: http://terapiruqiah.blogspot.com/2014/01/cara-mengatasi-rumah-makan-yang-terkena.html#ixzz3fhmxbAg6

Dialog Antar Akal Dan Hati

Dialog Antar Akal Dan Hati - Akal mempunyai peran yang sangat signifikan dalam memutuskan sesuatu. Dengan akal, manusia dapat berfikir, baik itu memikirkan dirinya, orang-orang disekitarnya juga alam semesta. Dengan akal, manusia berupaya mensejahterakan diri dan meningkatkan kualitas kehidupannya.

Pentingnya mendayagunakan akal sangat dianjurkan oleh Islam. Tidak terhitung banyaknya ayat Alqur’an dan Hadis Rasulullah saw. yang mendorong manusia untuk selalu berfikir dan merenung. Manusia tidak hanya disuruh memikirkan dirinya, tetapi juga dipanggil untuk memikirkan alam jagad raya. Dalam konteks Islam, memikirkan alam semesta akan mengantarkan manusia kepada kesadaran akan ke-Mahakuasaan Sang Pencipta Allah Swt. Seperti sabda Rasulullah saw. al-din aql, la dina liman la aql lah Agama adalah manifestasi akal, maka tidak dianggap beragama orang yang tidak berakal.

Namun demikian, bukan berarti akal begitu sempurna tanpa cacat. Ada sesuatu yang meta-rasional yang terkadang akal tidak mampu menjangkau karena akal hanya dapat memutuskan sesuatu berdasarkan yang nampak, dengan analisa, logika dan rasio. Lebih dari itu, seseorang yang berfikir rasionalis murni terkadang terjebak dalam subyektivisme dan apriori. Sekadar mengingatkan kembali tentang kejadian pertama pengingkaran terhadap Tuhan yang dilakukan oleh akal, dimana saat itu Iblis menggunakan akal untuk berargumen tidak mau sujud kepada Adam dengan alasan merasa penciptaannya yang lebih mulia yaitu dari api dibanding Adam yang hanya tercipta dari tanah.

Akal dan hati ibarat dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Apa yang tidak dikuasai akal dapat dilakukan dengan hati, karena hati dapat mengetahui hal-hal yang tidak dapat dijangkau oleh akal. Dengan kata lain, ketajaman akal harus diimbangi dengan kecerdasan hati. Dalam menentukan sesuatu, keduanya harus terus berdialog tanpa putus.

Jika salah satu tidak berfungsi, maka yang terjadi adalah ketersesatan hati dan keblingeran akal. Ada banyak contoh yang digambarkan dari ummat-ummat terdahulu yang mengingkari Tuhan dengan nafsu dan jastifikasi akal. Salah satunya adalah Kan’an putra Nabi Nuh as. yang menganggap ayahnya tidak logis membuat perahu ditempat yang tidak ada airnya. Juga Raja Namrud yang mengganggap Nabi Ibrahim as. tidak logis dalam menginterpretasikan Tuhannya yang tidak nampak, karena seperti yang disebutkan dia atas, akal hanya menerima yang nampak-nampak saja.

Namun demikian, yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah hati yang bagaimana yang dapat menunjukkan kebenaran dari Tuhan.Dalam Alqur’an ALLAH menggambarkan manusia yang mempunyai hati namun hatinya tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya [Q.S. 7:179; 22:46], mempunyai hati namun keras seperti batu [Q.S. 2: 74].

Suatu hari, akal berkata kepada hati
Aku membimbing mereka yang tersesat.
Meskipun di atas bumi, aku sangat mengenal langit
Kau perlu tahu ketinggian apa yang dapat ku daki

Di dunia, tugasku adalah membimbing
Seperti Khidir, Aku membimbing manusia

Aku dapat menjelaskan rahasia Kitab Eksistensi
Tentu saja, aku adalah manifestasi keagungan Allah

Kau, hai hati, adalah segumpal darah
Tapi aku mutiara tak bernilai

Mendengar akal berucap seperti itu, hati pun berkata:

Apa yang kau katakan memang benar
Tapi kau juga harus tahu, seperti apakah aku

Kau hanya tahu rahasia eksistensi
Tapi aku melihat rahasia itu dengan mataku sendiri

Kau hanya terkait manifestasi lahiriah
Tapi aku mengenal jiwa segala sesuatu

Kau pengetahuan tapi aku intuisi
Kau mencari Tuhan, tapi aku dapat menunjukkan jalan kepada Tuhan

Pengetahuan membimbing pada kegelisahan
Tapi aku merupakan obat penyakit ini

Kau adalah lilin di kuil kebenaran
Aku adalah pelita di istana keindahan

Kau terbatas oleh ruang dan waktu
Aku dapat terbang ke tempat-tempat yang tak terpikirkan

Tentu saja, ketinggian adalah tempatku
Nyatanya, aku adalah singsana Tuhan yang Maha Agung



Dialog ini dibuat oleh Dr M Iqbal (1877-1938). Dialog ini menyoroti tema umum di kalangan tasawuf atau sufisme, pergulatan antara akal dan hati. Saya sendiri mengambilnya dari salah satu pesan yang disebarkan melalui salah satu grup WA.

Secara umum, Akal merupakan suatu entitas yang sangat berguna bagi manusia, yang dengannya manusia dapat memahami suatu realitas. Dengan akal, manusia mampu mengetahui bahkan menyelami akan kreativitas sang Khaliq Yang Maha Tak Terbatas — tentu melalui penciptaan kosmologi dan psikologi. Maka tidaklah mengherankan, bila akal mampu mencapai bintang

Namun ingat, akal memiliki keterbatasan. Banyak hal yang tidak dapat dipahami oleh akal ini, hanya dapat dipahami oleh intuisi. Intuisi bersemi di dalam hati, dan hati merupakan singgasana jiwa. Jiwa adalah sebuah manifestasi Tuhan. Hanya melalui pembersihan hati dan pengembangan diri, manusia dapat mencapai ketinggian di atas tempat-tempat tinggi yang dapat dicapai oleh akal.

“Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya (manusia) dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku …” Q.S. alHijr (15):29

Ketahuilah, kata ‘menyempurnakan’ dalam ayat ini berarti penciptaan jasad, dengan segala unsur kemanusiaannya, menjadi siap untuk ditempati jiwa rasional. Di titik ini, manusia dikenal sebagai basyar (being) dalam bahasa arab.

Sementara, diksi ‘ruh (ciptaan)-Ku’ merupakan sesuatu yang ditambahkan pada jiwa, mengingat substansi spiritual ini bukanlah bersifat jasmani. Di titik ini, manusia dikenal sebagai insan (becoming), atau jamaknya adalah an nas dalam bahasa arab

Ya. Hadapkanlah perhatianmu pada jiwa, sempurnakanlah keutamaannya, sebab dengan jiwamu, bukan dengan ragamu, engkau disebut insan.

Mari menginsankan diri

Karena sebagaimana yang dinyatakan oleh Imam Khomeini

‘Hanya orang-orang yang mampu membuat dirinya sebagai manusia saja yang akan dibangkitkan dalam rupa manusia’

Sunan Kalijaga atau Sunan Kalijogo

 Sunan Kalijaga atau Sunan Kalijogo

Sunan Kalijaga atau Sunan Kalijogo adalah seorang tokoh Wali Songo yang sangat lekat dengan Muslim di Pulau Jawa, karena kemampuannya memasukkan pengaruh Islam ke dalam tradisi Jawa. Makamnya berada di Kadilangu, Demak.

Sunan Kalijaga


Masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Dengan demikian ia mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit (berakhir 1478), Kesultanan Demak, Kesultanan Cirebon dan Banten, bahkan juga Kerajaan Pajang yang lahir pada 1546 serta awal kehadiran Kerajaan Mataram dibawah pimpinan Panembahan Senopati. Ia ikut pula merancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. Tiang "tatal" (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi Sunan Kalijaga.


Sunan Kalijaga
Sunan Kalijaga diperkirakan lahir pada tahun 1450 dengan nama Raden Said. Dia adalah putra adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta atau Raden Sahur. Nama lain Sunan Kalijaga antara lain Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban, dan Raden Abdurrahman. Berdasarkan satu versi masyarakat Cirebon, nama Kalijaga berasal dari Desa Kalijaga di Cirebon. Pada saat Sunan Kalijaga berdiam di sana, dia sering berendam di sungai (kali), atau jaga kali.

Menurut cerita, Sebelum menjadi Walisongo, Raden Said adalah seorang perampok yang selalu mengambil hasil bumi di gudang penyimpanan Hasil Bumi. Dan hasil rampokan itu akan ia bagikan kepada orang-orang yang miskin.

Suatu hari, Saat Raden Said berada di hutan, ia melihat seseorang kakek tua yang bertongkat. Orang itu adalah Sunan Bonang. Karena tongkat itu dilihat seperti tongkat emas, ia merampas tongkat itu.

Katanya, hasil rampokan itu akan ia bagikan kepada orang yang miskin. Tetapi, Sang Sunan Bonang tidak membenarkan cara itu. Ia menasihati Raden Said bahwa Allah tidak akan menerima amal yang buruk.

Lalu, Sunan Bonang menunjukan pohon aren emas dan mengatakan bila Raden Said ingin mendapatkan harta tanpa berusaha, maka ambillah buah aren emas yang ditunjukkan oleh Sunan Bonang. Karena itu, Raden Said ingin menjadi murid Sunan Bonang. Raden Said lalu menyusul Sunan Bonang ke Sungai. Raden Said berkata bahwa ingin menjadi muridnya.

Sunan Bonang lalu menyuruh Raden Said untuk bersemedi sambil menjaga tongkatnya yang ditancapkan ke tepi sungai. Raden Said tidak boleh beranjak dari tempat tersebut sebelum Sunan Bonang datang. Raden Said lalu melaksanakan perintah tersebut.

Karena itu,ia menjadi tertidur dalam waktu lama. Karena lamanya ia tertidur, tanpa disadari akar dan rerumputan telah menutupi dirinya.

Tiga tahun kemudian, Sunan Bonang datang dan membangunkan Raden Said. Karena ia telah menjaga tongkatnya yang ditanjapkan ke sungai, maka Raden Said diganti namanya menjadi Kalijaga.

Kalijaga lalu diberi pakaian baru dan diberi pelajaran agama oleh Sunan Bonang. Kalijaga lalu melanjutkan dakwahnya dan dikenal sebagai Sunan Kalijaga.

Dalam dakwah, ia punya pola yang sama dengan mentor sekaligus sahabat dekatnya, Sunan Bonang. Paham keagamaannya cenderung "sufistik berbasis salaf" -bukan sufi panteistik (pemujaan semata). Ia juga memilih kesenian dan kebudayaan sebagai sarana untuk berdakwah.

Ia sangat toleran pada budaya lokal. Ia berpendapat bahwa masyarakat akan menjauh jika diserang pendiriannya. Maka mereka harus didekati secara bertahap: mengikuti sambil memengaruhi. Sunan Kalijaga berkeyakinan jika Islam sudah dipahami, dengan sendirinya kebiasaan lama hilang.

Tidak mengherankan, ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dalam mengenalkan Islam. Ia menggunakan seni ukir, wayang, gamelan, serta seni suara suluk sebagai sarana dakwah. Beberapa lagu suluk ciptaannya yang populer adalah Ilir-ilir dan Gundul-gundul Pacul.

Dialah menggagas baju takwa, perayaan sekatenan, garebeg maulud, serta lakon carangan Layang Kalimasada dan Petruk Dadi Ratu ("Petruk Jadi Raja"). Lanskap pusat kota berupa kraton, alun-alun dengan dua beringin serta masjid diyakini pula dikonsep oleh Sunan Kalijaga.

Metode dakwah tersebut sangat efektif. Sebagian besar adipati di Jawa memeluk Islam melalui Sunan Kalijaga; di antaranya adalah adipati Pandanaran, Kartasura, Kebumen, Banyumas, serta Pajang.

Sunan Gunung Jati Atau Syarif Hidayatullah

 Sunan Gunung Jati Atau Syarif Hidayatullah
Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah lahir pada 1450 M, ada juga yang mengatakan  ia lahir pada 1448 M, Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah adalah salah satu dari para wali ( Wali Songo ) yang ada di tanah Jawa, dan Sunan Gunung Jati Atau Syarif Hidayatullah menyebarkan Islam di Jawa Barat.

Sunan Gunung Jati Atau Syarif Hidayatullah

Ayahnya adalah Syarif Abdullah bin Nur Alam bin Jamaluddin Akbar, seorang Mubaligh dan Musafir besar dari Gujarat, India yang sangat dikenal sebagai Syekh Maulana Akbar bagi kaum Sufi di tanah air.

Syekh Maulana Akbar adalah putra Ahmad Jalal Syah putra Abdullah Khan putra Abdul Malik putra Alwi putra Syekh Muhammad Shahib Mirbath, ulama besar di Hadramaut, Yaman yang silsilahnya sampai kepada Rasulullah melalui cucunya Imam Husain.

Ibu Sunan Gunung Jati adalah Nyai Rara Santang (Syarifah Muda'im) yaitu putri dari Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dari Nyai Subang Larang, dan merupakan adik dari Kian Santang dan Pangeran Walangsungsang yang bergelar Cakrabuwana / Cakrabumi atau Mbah Kuwu Cirebon Girang yang berguru kepada Syekh Datuk Kahfi, seorang Muballigh asal Baghdad bernama asli Idhafi Mahdi bin Ahmad. Ia dimakamkan bersebelahan dengan putranya yaitu Sunan Gunung Jati di Komplek Astana Gunung Sembung ( Cirebon .

Raden Syarif Hidayatullah mewarisi kecendrungan spiritual dari kakek buyutnya Syekh Maulana Akbar sehingga ketika telah selesai belajar agama di pesantren Syekh Datuk Kahfi ia meneruskan ke Timur Tengah. Tempat mana saja yang dikunjungi masih diperselisihkan, kecuali (mungkin) Mekah dan Madinah karena ke 2 tempat itu wajib dikunjungi sebagai bagian dari ibadah haji untuk umat Islam.

Babad Cirebon menyebutkan ketika Pangeran Cakrabuwana membangun kota Cirebon dan tidak mempunyai pewaris, maka sepulang dari Timur Tengah Raden Syarif Hidayatullah mengambil peranan mambangun kota Cirebon dan menjadi pemimpin perkampungan Muslim yang baru dibentuk itu setelah Uwaknya wafat.

Setelah pendirian Kesultanan Demak antara tahun 1490 hingga 1518 adalah masa-masa paling sulit, baik bagi Syarif Hidayat dan Raden Patah karena proses Islamisasi secara damai mengalami gangguan internal dari kerajaan Pakuan dan Galuh (di Jawa Barat) dan Majapahit (di Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan gangguan external dari Portugis yang telah mulai expansi di Asia Tenggara.

Tentang personaliti dari Syarif Hidayat yang banyak dilukiskan sebagai seorang Ulama kharismatik, dalam beberapa riwayat yang kuat, memiliki peranan penting dalam pengadilan Syekh Siti Jenar pada tahun 1508 di pelataran Masjid Demak. Ia ikut membimbing Ulama berperangai ganjil itu untuk menerima hukuman mati dengan lebih dulu melucuti ilmu kekebalan tubuhnya.

Eksekusi yang dilakukan Sunan Kalijaga akhirnya berjalan baik, dan dengan wafatnya Syekh Siti Jenar, maka salah satu duri dalam daging di Kesultana Demak telah tercabut.

Raja Pakuan di awal abad 16, seiring masuknya Portugis di Pasai dan Malaka, merasa mendapat sekutu untuk mengurangi pengaruh Syarif Hidayat yang telah berkembang di Cirebon dan Banten. Hanya Sunda Kelapa yang masih dalam kekuasaan Pakuan.

Di saat yang genting inilah Syarif Hidayat berperan dalam membimbing Pati Unus dalam pembentukan armada gabungan Kesultanan Banten, Demak, Cirebon di P. Jawa dengan misi utama mengusir Portugis dari wilayah Asia Tenggara. Terlebih dulu Syarif Hidayat menikahkan putrinya untuk menjadi istri Pati Unus yang ke 2 pada tahun 1511.

Kegagalan expedisi jihad II Pati Unus yang sangat fatal pada tahun 1521 memaksa Syarif Hidayat merombak Pimpinan Armada Gabungan yang masih tersisa dan mengangkat Tubagus Pasai (belakangan dikenal dengan nama Fatahillah),untuk menggantikan Pati Unus yang syahid di Malaka, sebagai Panglima berikutnya dan menyusun strategi baru untuk memancing Portugis bertempur di P. Jawa.

Sangat kebetulan karena Raja Pakuan telah resmi mengundang Armada Portugis datang ke Sunda Kelapa sebagai dukungan bagi kerajaan Pakuan yang sangat lemah di laut yang telah dijepit oleh Kesultanan Banten di Barat dan Kesultanan Cirebon di Timur.

Kedatangan armada Portugis sangat diharapkan dapat menjaga Sunda Kelapa dari kejatuhan berikutnya karena praktis Kerajaan Hindu Pakuan tidak memiliki lagi kota pelabuhan di P. Jawa setelah Banten dan Cirebon menjadi kerajaan-kerajaan Islam.

Tahun 1527 bulan Juni Armada Portugis datang dihantam serangan dahsyat dari Pasukan Islam yang telah bertahun-tahun ingin membalas dendam atas kegagalan expedisi Jihad di Malaka 1521.

Dengan ini jatuhlah Sunda Kelapa secara resmi ke dalam Kesultanan Banten-Cirebon dan di rubah nama menjadi Jayakarta dan Tubagus Pasai mendapat gelar Fatahillah.

Perebutan pengaruh antara Pakuan-Galuh dengan Cirebon-Banten segera bergeser kembali ke darat. Tetapi Pakuan dan Galuh yang telah kehilangan banyak wilayah menjadi sulit menjaga keteguhan moral para pembesarnya. Satu persatu dari para Pangeran, Putri Pakuan di banyak wilayah jatuh ke dalam pelukan agama Islam. Begitu pula sebagian Panglima Perangnya.

Satu hal yang sangat unik dari personaliti Syarif Hidayatullah adalah dalam riwayat jatuhnya Pakuan Pajajaran, ibu kota Kerajaan Sunda pada tahun 1568 hanya setahun sebelum ia wafat dalam usia yang sangat sepuh hampir 120 tahun (1569). Diriwayatkan dalam perundingan terakhir dengan para Pembesar istana Pakuan, Syarif Hidayat memberikan 2 opsi.

Yang pertama Pembesar Istana Pakuan yang bersedia masuk Islam akan dijaga kedudukan dan martabatnya seperti gelar Pangeran, Putri atau Panglima dan dipersilakan tetap tinggal di keraton masing-masing. Yang ke dua adalah bagi yang tidak bersedia masuk Islam maka harus keluar dari keraton masing-masing dan keluar dari ibukota Pakuan untuk diberikan tempat di pedalaman Banten wilayah Cibeo sekarang.

Dalam perundingan terakhir yang sangat menentukan dari riwayat Pakuan ini, sebagian besar para Pangeran dan Putri-Putri Raja menerima opsi ke 1. Sedang Pasukan Kawal Istana dan Panglimanya (sebanyak 40 orang) yang merupakan Korps Elite dari Angkatan Darat Pakuan memilih opsi ke 2. Mereka inilah cikal bakal penduduk Baduy Dalam sekarang yang terus menjaga anggota pemukiman hanya sebanyak 40 keluarga karena keturunan dari 40 pengawal istana Pakuan. Anggota yang tidak terpilih harus pindah ke pemukiman Baduy Luar.

Yang menjadi perdebatan para ahli hingga kini adalah opsi ke 3 yang diminta Para Pendeta Sunda Wiwitan. Mereka menolak opsi pertama dan ke 2. Dengan kata lain mereka ingin tetap memeluk agama Sunda Wiwitan (aliran Hindu di wilayah Pakuan) tetapi tetap bermukim di dalam wilayah Istana Pakuan.

Sejarah membuktikan hingga penyelidikan yang dilakukan para Arkeolog asing ketika masa penjajahan Belanda, bahwa istana Pakuan dinyatakan hilang karena tidak ditemukan sisa-sisa reruntuhannya. Sebagian riwayat yang diyakini kaum Sufi menyatakan dengan kemampuan yang diberikan Allah karena doa seorang Ulama yang sudah sangat sepuh sangat mudah dikabulkan, Syarif Hidayat telah memindahkan istana Pakuan ke alam ghaib sehubungan dengan kerasnya penolakan Para Pendeta Sunda Wiwitan untuk tidak menerima Islam ataupun sekadar keluar dari wilayah Istana Pakuan.

Bagi para sejarawan, ia adalah peletak konsep Negara Islam modern ketika itu dengan bukti berkembangnya Kesultanan Banten sebagi negara maju dan makmur mencapai puncaknya 1650 hingga 1680 yang runtuh hanya karena pengkhianatan seorang anggota istana yang dikenal dengan nama Sultan Haji.

Dengan segala jasanya umat Islam di Jawa Barat memanggilnya dengan nama lengkap Syekh Maulana Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati Rahimahullah.

Sumber : wikipedia

Asma Al-Husna Tex Arab Indonesia

Dalam agama Islam, Asmaa'ul husna adalah nama-nama Allah yang indah dan baik. Asma berarti nama dan husna berarti yang baik atau yang indah, jadi asma'ul husna adalah nama nama milik Allah yang baik lagi indah.

Sejak dulu para ulama telah banyak membahas dan menafsirkan nama-nama ini, karena nama-nama Allah adalah alamat kepada Dzat yang mesti kita ibadahi dengan sebenarnya. Meskipun timbul perbedaan pendapat tentang arti, makna, dan penafsirannya akan tetapi yang jelas adalah kita tidak boleh musyrik dalam mempergunakan atau menyebut nama-nama Allah ta'ala.


Selain perbedaaan dalam mengartikan dan menafsirkan suatu nama terdapat pula perbedaan jumlah nama, ada yang menyebut 99, 100, 200, bahkan 1.000 bahkan 4.000 nama, namun menurut mereka, yang terpenting adalah hakikat Dzat Allah SWT yang harus dipahami dan dimengerti oleh orang-orang yang beriman seperti Nabi Muhammad SAW.

Asma'ul husna secara harfiah adalah nama-nama, sebutan, gelar Allah yang baik dan agung sesuai dengan sifat-sifat-Nya. Nama-nama Allah yang agung dan mulia itu merupakan suatu kesatuan yang menyatu dalam kebesaran dan kehebatan milik Allah.

Para ulama berpendapat bahwa kebenaran adalah konsistensi dengan kebenaran yang lain. Dengan cara ini, umat Muslim tidak akan mudah menulis "Allah adalah ...", karena tidak ada satu hal pun yang dapat disetarakan dengan Allah, akan tetapi harus dapat mengerti dengan hati dan keteranga Al-Qur'an tentang Allah ta'ala.

Pembahasan berikut hanyalah pendekatan yang disesuaikan dengan konsep akal kita yang sangat terbatas ini. Semua kata yang ditujukan pada Allah harus dipahami keberbedaannya dengan penggunaan wajar kata-kata itu. Allah itu tidak dapat dimisalkan atau dimiripkan dengan segala sesuatu, seperti tercantum dalam surat Al-Ikhlas.

 

Asma Al-Husna Tex Arab Indonesia
No.
Nama
Arab
Indonesia

Allah
الله
Allah
1
Ar Rahman
الرحمن
Yang Maha Pengasih
2
Ar Rahiim
الرحيم
Yang Maha Penyayang
3
Al Malik
الملك
Yang Maha Merajai/Memerintah
4
Al Quddus
القدوس
Yang Maha Suci
5
As Salaam
السلام
Yang Maha Memberi Kesejahteraan
6
Al Mu`min
المؤمن
Yang Maha Memberi Keamanan
7
Al Muhaimin
المهيمن
Yang Maha Pemelihara
8
Al `Aziiz
العزيز
Yang Maha Perkasa
9
Al Jabbar
الجبار
Yang Memiliki Mutlak Kegagahan
10
Al Mutakabbir
المتكبر
Yang Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran
11
Al Khaliq
الخالق
Yang Maha Pencipta
12
Al Baari`
البارئ
Yang Maha Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan)
13
Al Mushawwir
المصور
Yang Maha Membentuk Rupa (makhluknya)
14
Al Ghaffaar
الغفار
Yang Maha Pengampun
15
Al Qahhaar
القهار
Yang Maha Memaksa
16
Al Wahhaab
الوهاب
Yang Maha Pemberi Karunia
17
Ar Razzaaq
الرزاق
Yang Maha Pemberi Rezeki
18
Al Fattaah
الفتاح
Yang Maha Pembuka Rahmat
19
Al `Aliim
العليم
Yang Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu)
20
Al Qaabidh
القابض
Yang Maha Menyempitkan (makhluknya)
21
Al Baasith
الباسط
Yang Maha Melapangkan (makhluknya)
22
Al Khaafidh
الخافض
Yang Maha Merendahkan (makhluknya)
23
Ar Raafi`
الرافع
Yang Maha Meninggikan (makhluknya)
24
Al Mu`izz
المعز
Yang Maha Memuliakan (makhluknya)
25
Al Mudzil
المذل
Yang Maha Menghinakan (makhluknya)
26
Al Samii`
السميع
Yang Maha Mendengar
27
Al Bashiir
البصير
Yang Maha Melihat
28
Al Hakam
الحكم
Yang Maha Menetapkan
29
Al `Adl
العدل
Yang Maha Adil
30
Al Lathiif
اللطيف
Yang Maha Lembut
31
Al Khabiir
الخبير
Yang Maha Mengenal
32
Al Haliim
الحليم
Yang Maha Penyantun
33
Al `Azhiim
العظيم
Yang Maha Agung
34
Al Ghafuur
الغفور
Yang Maha Pengampun
35
As Syakuur
الشكور
Yang Maha Pembalas Budi (Menghargai)
36
Al `Aliy
العلى
Yang Maha Tinggi
37
Al Kabiir
الكبير
Yang Maha Besar
38
Al Hafizh
الحفيظ
Yang Maha Memelihara
39
Al Muqiit
المقيت
Yang Maha Pemberi Kecukupan
40
Al Hasiib
الحسيب
Yang Maha Membuat Perhitungan
41
Al Jaliil
الجليل
Yang Maha Mulia
42
Al Kariim
الكريم
Yang Maha Mulia
43
Ar Raqiib
الرقيب
Yang Maha Mengawasi
44
Al Mujiib
المجيب
Yang Maha Mengabulkan
45
Al Waasi`
الواسع
Yang Maha Luas
46
Al Hakiim
الحكيم
Yang Maha Maka Bijaksana
47
Al Waduud
الودود
Yang Maha Mengasihi
48
Al Majiid
المجيد
Yang Maha Mulia
49
Al Baa`its
الباعث
Yang Maha Membangkitkan
50
As Syahiid
الشهيد
Yang Maha Menyaksikan
51
Al Haqq
الحق
Yang Maha Benar
52
Al Wakiil
الوكيل
Yang Maha Memelihara
53
Al Qawiyyu
القوى
Yang Maha Kuat
54
Al Matiin
المتين
Yang Maha Kokoh
55
Al Waliyy
الولى
Yang Maha Melindungi
56
Al Hamiid
الحميد
Yang Maha Terpuji
57
Al Muhshii
المحصى
Yang Maha Mengalkulasi (Menghitung Segala Sesuatu)
58
Al Mubdi`
المبدئ
Yang Maha Memulai
59
Al Mu`iid
المعيد
Yang Maha Mengembalikan Kehidupan
60
Al Muhyii
المحيى
Yang Maha Menghidupkan
61
Al Mumiitu
المميت
Yang Maha Mematikan
62
Al Hayyu
الحي
Yang Maha Hidup
63
Al Qayyuum
القيوم
Yang Maha Mandiri
64
Al Waajid
الواجد
Yang Maha Penemu
65
Al Maajid
الماجد
Yang Maha Mulia
66
Al Wahiid
الواحد
Yang Maha Tunggal
67
Al Ahad
الاحد
Yang Maha Esa
68
As Shamad
الصمد
Yang Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
69
Al Qaadir
القادر
Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
70
Al Muqtadir
المقتدر
Yang Maha Berkuasa
71
Al Muqaddim
المقدم
Yang Maha Mendahulukan
72
Al Mu`akkhir
المؤخر
Yang Maha Mengakhirkan
73
Al Awwal
الأول
Yang Maha Awal
74
Al Aakhir
الأخر
Yang Maha Akhir
75
Az Zhaahir
الظاهر
Yang Maha Nyata
76
Al Baathin
الباطن
Yang Maha Ghaib
77
Al Waali
الوالي
Yang Maha Memerintah
78
Al Muta`aalii
المتعالي
Yang Maha Tinggi
79
Al Barru
البر
Yang Maha Penderma (Maha Pemberi Kebajikan)
80
At Tawwaab
التواب
Yang Maha Penerima Tobat
81
Al Muntaqim
المنتقم
Yang Maha Pemberi Balasan
82
Al Afuww
العفو
Yang Maha Pemaaf
83
Ar Ra`uuf
الرؤوف
Yang Maha Pengasuh
84
Malikul Mulk
مالك الملك
Yang Maha Penguasa Kerajaan (Semesta)
85
Dzul Jalaali Wal Ikraam
ذو الجلال و الإكرام
Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
86
Al Muqsith
المقسط
Yang Maha Pemberi Keadilan
87
Al Jamii`
الجامع
Yang Maha Mengumpulkan
88
Al Ghaniyy
الغنى
Yang Maha Kaya
89
Al Mughnii
المغنى
Yang Maha Pemberi Kekayaan
90
Al Maani
المانع
Yang Maha Mencegah
91
Ad Dhaar
الضار
Yang Maha Penimpa Kemudharatan
92
An Nafii`
النافع
Yang Maha Memberi Manfaat
93
An Nuur
النور
Yang Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)
94
Al Haadii
الهادئ
Yang Maha Pemberi Petunjuk
95
Al Badii'
البديع
Yang Maha Pencipta Yang Tiada Bandingannya
96
Al Baaqii
الباقي
Yang Maha Kekal
97
Al Waarits
الوارث
Yang Maha Pewaris
98
Ar Rasyiid
الرشيد
Yang Maha Pandai
99
As Shabuur
الصبور
Yang Maha Sabar
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com